Breaking News

Pemred Media AlexaNews.ID Dilaporkan ke Polres Karawang, ”Itulah Nasib Wartawan yang Belum Beruntung,”

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Seperti telah kita ketahui bersama, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Demokrasi, Pers adalah merupakan filar keemat, setelah Eksekutif, Legislatif, Yudikatif dan, Pers didalamnya. Namun hingga sampai saat ini nasib Wartawan masih belum beruntung.

Benar Filosopi Mahatma Gadhi, mantan Perdana Menteri India,” nasib seorang Jurnalis ibarat berdiri di tengah jalan, jika tidak akan tertabrak oleh kendaraan sebelah kiri, ya pasti akan tertabrak di sebelah kanan.

Mungkin jawaban yang simpel adalah,” jika anda ingin aman ya jangan berdiri di tengah jalan, namun bagaimana mungkin jika di sesuatu negeri tidak ada Jurnalis, sedangkan setiap saat Wartawan selalu hadir saja, bentuk penyimpangan itu tak pernah sepi.

Seperti nasib yang kini dialami oleh Ega Nugraha dan CEO Ferry Alexi Dharmawan, Pemimpin Redaksi Media online AlexaNews.ID, yang dipolisikan oleh Fajar Hari Santoso, ke Mapolres Karawang, warga Karang Anyar, Kelurahan Tanjung Mekar, Kecamatan Karawang Barat, akibat tidak terima dengan pemberitaannya beberapa waktu lalu,

Dari surat laporan polisi yang diterima redaksi AlexaNews.ID, pelapor diketahui atas nama Fajar Hari Santoso, dan Ketua DPC Hanura Karawang. Ardiansyah dan Fajar melaporkan akibat isi konten berita yang menurutnya telah menghasut kebencian. Berita dimaksud adalah soal rencan aksi demo aliansi Ormas dan LSM beberapa waktu lalu di kawasan KIIC Karawang, yang dimotori oleh LSM GMBI.

Namun menanggapi hal itu, Dadi Mulyadi, SH dari LBH GMBI Karawang mengatakan,” menurutnya, kontent berita yang diduga mengandung unsur sara terbit di media online AlexaNews.ID tidak perlu di besar-besarkan, apalagi sampai terjadi dilaporkan kepada Polisi.

"Justru akibat laporan tersebut, menurut himat saya akan semakin memicu gejolak sosial yang makin meruncing. Menurut saya jika dugaan tersebut menjurus kepada isu sara maka sebaiknya diselesaikan saja secara baik-baik dengan proses tabayun (klarifikasi/musyawarah) bisa saja proses mediasi tersebut di inisiasi oleh semua tokoh-tokoh masyarakat  di Karawang, itu akan lebih elegan," harap Dadi, Minggu (12/5/2019).

Namun demikian, secara pribadi, saya tidak bisa melarang upaya pelapor jika menggunakan instrumen hukum secara refresif sebagai alat penyelesaian perkara sejak dini. Tapi alangkah lebih bijaksananya jika cara-cara penyelesaian tersebut, selain lebih mengutamakan hukum, juga kan masih bisa melalui hukum adat dan budaya yang lebih humanis serta menyejukan,” pungkas Dadi.

Sementara itu, profesionalisme pewarta, berita menjadi salah satu pra syarat yang paling fundamental bagi Insan pers dalam memberikan kegiatan-kegiatan Broadcast atau penyiaran. Untuk mengatur sebuah aturan tata laksana pewartaan maka lahirlah UU PERS NO 40 TAHUN 1999.(bin)

Ikuti Terus Sumber Informasi Dunia di twitter@bintangnews.com