Breaking News

Dua Wanita Anggota Kongres AS Dukung Palestina Dilarang Kunjungi Israel


BINTANGNEWS.com – Media PressTV berbahasa Inggris melaporkan,” Israel telah memutuskan untuk mencegah dua wanita anggota kongres Amerika melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah pendudukan atas dukungan mereka untuk memboikot rezim Tel Aviv.
Ilhan Omar, perwakilan untuk distrik kongres ke-5 Minnesota, dan Rashida Tlaib, perwakilan untuk distrik kongres ke-13 Michigan, diperkirakan akan mengunjungi Israel dan wilayah Palestina pada akhir pekan.

Omar, asal Somalia dan Tlaib, dengan akar Palestina, telah secara terbuka mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap Israel dan telah terang-terangan mengkritik kejahatan Israel terhadap Palestina.

Two US congresswomen barred from visiting Israel for backing BDS

The movement was initiated in 2005 by over 170 Palestinian organizations and later became international.

Israeli deputy foreign minister Tzipi Hotovely said on Thursday Tel Aviv had decided not to allow the members of US Congress to enter Israel.

“We won’t allow those who deny our right to exist in this world to enter Israel. In principle this is a very justified decision,” she told the Kan public broadcaster.

Sebelumnya pada hari itu, AFP mengutip seorang pejabat Israel yang mengatakan bahwa perdana menteri Benjamin Netanyahu mengadakan konsultasi kunjungan pada hari Rabu dan keputusan akhir sedang dipertimbangkan.

"Ada kemungkinan bahwa Israel tidak akan mengizinkan kunjungan dalam format yang diusulkan saat ini," kata pejabat itu, menambahkan, "Tim profesional dan penasihat hukum di berbagai kementerian pemerintah terus memeriksa keputusan."

Pejabat itu lebih lanjut mengatakan bahwa menurut hukum Israel, menteri dalam negeri yang sekarang Aryeh Deri memiliki wewenang untuk memutuskan masalah tersebut.

Deri, 60, adalah ketua Shas, sebuah partai politik Yahudi ultra-Ortodoks di Israel. Kembali pada tahun 1999, ia dihukum karena penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan, dan menerima hukuman penjara tiga tahun.

"Jika anggota Kongres Tlaib membuat permintaan kemanusiaan untuk mengunjungi keluarganya, keputusan tentang masalahnya akan dianggap baik," kata pejabat itu.

Knesset Israel pada 2017 mengesahkan undang-undang yang melarang masuknya orang asing yang mendukung BDS, yang dimaksudkan untuk memprakarsai "berbagai bentuk boikot terhadap Israel sampai memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional" dan mengakhiri pendudukannya atas tanah Palestina.

Omar menuduh rezim Tel Aviv melakukan diskriminasi terhadap Palestina yang mirip dengan apartheid.

Pada bulan Januari, ia membuat marah kontingen besar pro-Israel di Kongres, khususnya komunitas Yahudi AS yang sebagian besar Demokrat, dengan mengejek merek Amerika atas Israel sebagai demokrasi.

Selain itu pada hari Kamis, Presiden Amerika Donald mendesak Tel Aviv untuk tidak menunjukkan "kelemahan" dan tegas mencegah pasangan dari mengunjungi Israel.

Both women, who became the first Muslim members of the House of Representatives in January, have faced accusations of anti-Semitism, which they firmly deny.

Israeli ambassador to the US Ron Dermer had previously signaled that the pair would be allowed to visit out of respect for Washington.

Omar and Tlaib’s support for BDS comes at a time when Trump has stepped up ties with Tel Aviv and stopped Palestinian aid.

Israel and its allies in Washington have long railed against calls for people and groups across the world to cut economic, cultural and academic ties to the occupying regime.***

follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv