Breaking News

Lembaga Pendidikan Karawang Ciptakan Alat Pengehmat BBM

KARAWANG, BINTANGNEWS.com – Inovasi teknologi Power Hydro System (PHS) dinilai dapat mengurangi polusi udara yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor.
PHS sendiri diciptakan oleh salah satu lembaga pendidikan di Karawang Mahakarya Group  bekerjasama dengan tim pakar teknologi ramah lingkungan.

Direktur Mahakarya Group Untung Setiawan mengatakan, alat ini terdiri dari tabung reaktor yang berisi formula berbentuk cair dan reaktor PHS. Pemasangan alat ini juga sangat mudah dan tidak mengganggu atau merubah komponen mesin kendaraan bermotor.

"PHS ini merupakan alat yang sederhana tapi memiliki banyak fungsi, keunggulan menggunakan alat ini adalah efisiensi bahan bakar dan akselerasi kendaraan yang maksimal," ucapnya Kamis (24/10).

Dikatakannya, formula PHS dijamin tanpa bahan kimia yang dapat merusak mesin dan lingkungan. Alat PHS ini juga sangat cocok digunakan untuk kendaraan umum yang sering mengalami rem blong, industri dan kapal nelayan yang menggunakan bahan bakar bensin dan solar. 

"PHS ini sebenarnya sudah banyak dilakukan uji coba di berbagai tempat seperti di Jakarta, Indramayu, Tegal, Banyumas Jawa Tengah, dan Jombang Jawa Timur. Uji coba tersebut mendapat respons yang baik dari penggunanya, harapannya ke depan dapat diakui oleh pemerintah sebagai solusi program Langit Biru dan dapat diterapkan di seluruh Indonesia," ujarnya. 

Sementara itu, penguji Emisi Dishub Karawang, Andri Widianto mengatakan  kendaraan berbahan bakar solar, kendaraan dikatakan sehat apabila ambang batas emisi gas buang tidak lebih dari 70% untuk kendaraan dengan tahun pembuatan kurang dari 2010 dan 50% untuk kendaraan dengan tahun pembuatan lebih dari tahun 2010.

“Ini luar biasa. Lima kendaraan yang diuji kadar emisinya seluruhnya menunjukkan ambang batas 0, 01 dan bahkan nol,” ucapnya. 

"Apabila hasil uji emisi menunjukkan angka tersebut mengindikasikan bahwa kendaraan roda empat tersebut tidak mengeluarkan polusi udara dalam bentuk Co atau kadar kandungan Co-nya sangat rendah dan sangat ramah lingkungan," pungkasnya. (Bin)