Breaking News

Upaya Pulangkan TKW Bermasalah, Bupati Karawang Telah Koordinasi dengan BNP2TKI

KARAWANG, BINTANGNEWS.com - Bupati Karawang, dr Hj, Cellica Nurrachadiana mengaku siap membantu pemulangan Rustia dan Septiani. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan Kementerian Luar Negeri lantaran pihaknya tidak bisa menangani kasus itu secara langsung.

Bupati Cellica menyebutkan, Rustia dan Septiani merupakan warga Karawang yang memiliki paspor dari Sukabumi dan Bekasi. Sehingga diindikasikan mereka berangkat menjadi TKI melalui jalur unprosedural atau ilegal.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang akan membantu pemulangan keduanya. Bupati pun berharap persoalan keduanya bisa diproses secara tepat dan pulang ke tanah air dengan selamat.

"Kita akan bantu dengan menyediakan tiket pesawat sampai penjemputan di bandara, yang kami lakukan setelah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KJRI," katanya, Sabtu (14/10/2019).

Bupati mengaku prihatin dengan apa yang menimpa dua warganya tersebut. Ia juga meminta apa yang menimpa Rustia dan Septiani menjadi pengingat bagi warganya, agar tidak mudah tergiur iming-iming atau janji jasa atau lembaga penyalur kerja yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Apalagi jika jika dilakukan secara ilegal atau unprosedural," katanya

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang Ahmad Suroto mengatakan, pihaknya segera bertindak begitu mendapat informasi ada warganya yang menjadi korban TPPO di Irak. Pihaknya bergegas menemui keluarga korban hingga mencari tahu bagaimana korban bisa berangkat ke Irak.

"Kita sudah komunikasi dengan keluarganya dan juga mencari tahu sponsor yang memberangkatkan kesana. Kita juga sudah mengirim surat kepada Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI agar bisa membantu pemulangan kedua orang tersebut," katanya.

Ia mengatakan, Pemkab Karawang akan segera memulangkan keduanya begitu mengetahui keberadaan korban. Hanya saja karena situasi di Kurdistan Irak masih rawan peperangan, masih membutuhkan waktu untuk mencari keduanya.

"Disana itu masih belum kondusif jadi kita harus bersabar mencari keduanya," katanya.(bin)