Breaking News

Pemimpin Iran Bersumpah 'Balas Dendam' Atas Terbunuhnya Jenderal Soleimani di Irak


BINTANGNEWS.com – Sumber media Presstv.com berbahasa Inggris melaporkan,”  Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei mengatakan mereka yang membunuh Komandan Pasukan Quds IRGC Mayor Jenderal Qassem Soleimani harus menunggu balas dendam yang keras.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Ayatollah Khamenei mengatakan "orang paling kejam di bumi" membunuh komandan "terhormat" yang "berjuang selama bertahun-tahun melawan kejahatan dan penjahat dunia."

Kematiannya tidak akan menghentikan misinya, tetapi para penjahat yang memiliki darah Jenderal Soleimani dan para martir lain dari serangan Kamis malam di tangan mereka harus menunggu balas dendam yang keras, Pemimpin menambahkan.

Iran Leader vows 'harsh revenge' following assassination of Gen. Soleimani

“Martyr Soleimani is an international figure of the Resistance, and all the devotees of Resistance are now his avengers,” Ayatollah Khamenei said.

"All the friends and foes must know that the path of Jihad of the Resistance will continue with double motivation, and a definite victory awaits those who fight in this auspicious path," the Leader said.

“The demise of our selfless and dear general is bitter, but the continued fight and achievement of the final victory will make life bitterer for the murderers and criminals,” he added.

In his statement, the Leader also offered condolences to the Iranian nation and General Soleimani’s family, and declared three days of national mourning.

Berikut ini adalah teks lengkap dari pernyataan Pemimpin:
Dengan Nama Tuhan
Bangsa Iran yang terkasih!

Komandan Islam yang agung dan terhormat menjadi surgawi. Tadi malam, jiwa para martir yang tidak ternoda memeluk jiwa murni Qassem Soleimani. Setelah bertahun-tahun perjuangannya yang tulus dan berani melawan Iblis atas pelaku kejahatan di dunia, setelah bertahun-tahun berharap untuk mati Syahid di jalan Tuhan, Soleimani yang terhormat mencapai posisi mulia ini dan darahnya yang murni tumpah oleh manusia yang paling jahat di dunia. .

Saya mengucapkan selamat kepada Hazrat Baqiyatullah, semoga jiwa kita dikorbankan untuknya dan jiwa murni (Soleimani) miliknya atas kemartiran yang agung ini dan saya menyatakan belasungkawa kepada bangsa Iran.

Dia adalah contoh bintang dari mereka yang dididik dan diasuh dalam Islam dan sekolah Imam Khomeini (RA). Dia menghabiskan seluruh hidupnya berjuang di jalan Tuhan.

Kemartiran adalah ganjarannya selama bertahun-tahun dalam upaya keras. Dengan kepergiannya dan dengan kuasa Tuhan, pekerjaan serta jalannya tidak akan berhenti dan balas dendam yang keras menanti para penjahat yang telah menodai tangan kotor mereka dengan darahnya dan darah para martir lain dari insiden semalam.

Martir Soleimani adalah wajah internasional dari perlawanan, dan semua orang yang memiliki hubungan hati dengan perlawanan mencari balas dendam atas darahnya.

Semua teman dan juga semua musuh harus tahu bahwa jalan perjuangan dan perlawanan berlanjut dengan motivasi yang meningkat serta kemenangan tertentu menanti para pejuang di jalan yang diberkati ini.

Tidak adanya komandan kita yang berkorban dan pengorbanan diri itu pahit, tetapi kelanjutan dari perlawanan dan kemenangan terakhirnya akan lebih pahit bagi para pembunuh dan penjahat.

Bangsa Iran akan menghargai nama dan memori martir yang menjulang tinggi, Letnan Jenderal Qassem Soleimani, bersama dengan rekan-rekannya para martir khususnya pejuang besar Islam, Tuan Abu Mahdi al-Muhandis yang terhormat. Saya menyatakan tiga hari berkabung publik di negara itu dan saya mengucapkan selamat dan menyatakan belasungkawa kepada istri yang terhormat, anak-anak dan keluarga tercinta.

Later in the day, the IRGC spokesman General Ramezan Sharif warned that the US' "momentary pleasure" after assassinating General Soleimani will be short-lived, and will soon turn into lamentation.

He also said the IRGC is going to open a new chapter from now on and the front of resistance is going to set out a new starting point.

”Iran more determined now'

Following the Leader’s remarks, President Hassan Rouhani strongly condemned the attack, and said the US assassination will make Iran and other free nations more determined to stand against Washington.

“The martyrdom of the great commander of Islam and Iran, and the courageous commander of the Quds Force, Lieutenant General Qassem Soleimani, along with some of his companions especially the great fighter Abu Mahdi al-Muhandis, by the aggressive and criminal US broke the heart of the entire nation of Iran and regional nations,” President Rouhani said in a Friday statement.

The assassination “doubled the determination of the great nation of Iran and other free nations to stand against and resist the excessive demands of the US and to defend the Islamic values,” he added.

“There is no doubt that this cowardly and evil move is another sign of the US’ desperation, inability and failure in the region, and the hatred felt by the regional nations toward this criminal regime,” Rouhani noted.

“The great nation of Iran and other free nations of the region will take revenge for this heinous crime against the criminal US,” he warned.

Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Amir Hatami juga bersumpah bahwa balas dendam akan dilakukan terhadap semua yang berada di balik pembunuhan itu.

"Tidak diragukan lagi, kejahatan keji ini yang merupakan bukti kuat dari sifat jahat Setan Besar, AS yang sombong dan dukungan habis-habisan untuk terorisme di wilayah Irak, akan ditanggapi dengan cara yang menghancurkan," menteri pertahanan diperingatkan.

Sebelumnya, mantan komandan Mayor Jenderal IRGC Mohsen Rezaei juga bersumpah akan balas dendam yang kejam terhadap para pelaku.

Detail serangan

Berbicara kepada TV pemerintah Iran, duta besar Iran untuk Baghdad Iraj Masjedi menjelaskan bahwa serangan rudal AS menabrak dua mobil yang memindahkan Jenderal Soleimani, Abu Mahdi al-Muhandis, dan 10 sahabat serta pengawal dari Bandara Baghdad ke kota pada pukul 1 pagi (waktu setempat).

Menurut Masjedi, semua penumpang telah terbunuh, dan pengaturan sedang dibuat untuk mereka kembali ke Republik Islam Iran.***

follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv