Breaking News

Pelajar Sekolah Iran Wajib Peringati Imam Khomeini Tokoh Revolusi Islam

BINTANGNEWS.com – Sumber media Presstv berbahasa Inggris melaporkan,” Setiap tahun tepatnya pada tanggal 11 Februari, warga Iran memperingati hari kemenangan Revolusi Islam Iran pada tahun 1979. Masyarakat Iran mengadakan perayaan nasional selama 10 hari, guna mengenang kepulangan almarhum pendiri Republik Islam itu, Imam Khomeini, setelah beberapa tahun hidup dalam pengasingan, hingga berakhir pada tanggal 11 Februari 1979.
 
Iran educates school students on Islamic Revolution

Led by Imam Khomeini, the Islamic Revolution was driven by anti-imperialist sentiments, since former Iranian monarch Mohammad Reza Pahlavi was heavily dependent on Western powers. People sought to establish a new political system that was based on people’s will and Islamic values; and that’s the Islamic Republic.

Periode 10 hari adalah, yang disebut Subuh sepuluh hari. Sekolah adalah hotspot perayaan. Setiap tahun, mahasiswa Iran ikut serta dalam program-program semacam itu untuk memperkenalkan hari-hari Revolusi dan kepribadian tokoh bangsa Iran, yakni seorang Imam Khomeini.

Selama fajar 10 hari, siswa berbagi pemahaman mereka tentang Revolusi Islam melalui lukisan dan membuat koran dinding.

Para guru percaya cita-cita Revolusi Islam tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan ini adalah alasan utama mengapa Republik Islam bertahan melalui generasi yang berbeda.

To Iranians, the 10-day dawn is reminiscent of their struggle for independence. Those voices have echoed through the decades and have been heard by different generations, who are taught at schools to preserve those ideals.***

Continue  to follow the World Resources on twitter @ bintangnews.com

Editing: T.Bintang
Source:  Presstv.com