Breaking News

Kunjungan Anggota DPRD Karawang ke Disperindag Pertanyakan Soal Pembangun Pasar

KARAWANG, BINTANGNEWS.com - Kunjungan anggota DPRD Kabupaten Karawang ke kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), mempertanyakan pembangunan pasar yang menggunakan metode Muild Operate Transfer atau BOT. 


"Kita menanyakan mengenai evaluasi terkait BOT untuk pasar-pasar yang belum terealisasi seperti Pasar Baru Karawang dan Pasar Rengasdengklok," ungkap Anggota DPRD Komisi II Natala Sumedha, Kamis (20/2).

Skema pembangunan BOT ini diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016, tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (Permendagri 19/2016). Skema pembangunan BOT dalam Permendagri ini dikenal dengan istilah Bangun Guna Serah (BGS).

BGS adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya. Kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.

Penggunaan metode BOT dipertanyakan karena sebenarnya pihaknya lebih mendukung kalau pembangunan pasar-pasar tradisional tanpa melalui proses kerjasama, yaitu dengan menggunakan APBD 1 melalui DAK dan APBD 2.

Kemudian pihaknyapun, menanyakan terkait progres penagihan piutang untuk kontribusi dari masing-masing pasar yang di BOT-kan Pemda kepada pihak ketiga.

"Kami juga meminta Disperindag untuk mengevaluasi toko-toko seperti Alfamart dan Indomaret yang berada di pelosok-pelosok desa terkait jam operasional. Kami pun meminta Disperindag untuk memastikan siapa yang berwenang mengelola pasar-pasar kaget atau pasar tumpah," ungkapnya.


(bin)