Breaking News

Di Tengah Covid-19, Zionis Israel Semakin Murka Jajah Tanah Palestina

BINTANGNEWS.com - Sumber Media Presstv.com berbahasa Inggris melaporkan," Palestina meyakini  Israel bisa mengambil keuntungan dari penyakit yang disebabkan oleh pandemi coronavirus untuk mengambil lebih banyak tanah mereka dan untuk meningkatkan agresi terhadap rakyat Palestina.

Kepala komisi anti-pemukiman Otoritas Palestina mengatakan pada hari Sabtu bahwa Israel menggunakan situasi untuk memperluas kegiatan pemukiman di wilayah pendudukan.

In a separate statement on Saturday, the Palestine Liberation Organization (PLO) warned against a recently-leaked understanding between the USA and Israel over Tel Aviv’s plans for further annexation of Palestinian lands, and for the purpose of building illegal colonial settlements on the occupied Palestinian territories.

The statement, issued by PLO's Department for the Defense of Lands, said that the Israeli regime is exploiting the world’s engagement in fight against coronavirus by considering some annexation plans that would confiscate more Palestinian-owned lands for illegal settlement purposes.

Komentar itu muncul beberapa hari setelah Liga Arab memperingatkan Israel mengeksploitasi keasyikan komunitas internasional dengan wabah virus untuk terus maju dengan ekspansi permukimannya di wilayah pendudukan.

Berbicara dalam percakapan telepon dengan Sekretaris Jenderal PLO Saeb Erekat pada hari Selasa, ketua Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengatakan pelanggaran Israel termasuk membunuh, menangkap dan mengusir warga sipil, menganeksasi permukiman baru, dan menyerang tempat-tempat suci Palestina.

Aboul Gheit warned Israel against implementing its annexation plans for the occupied Palestinian territories, whether in the Jordan Valley, the northern West Bank or elsewhere.

Aviv telah meningkatkan kegiatan pembangunan permukimannya yang bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334, yang menyatakan pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur al-Quds "sebuah pelanggaran mencolok di bawah hukum internasional."

the week, Aboul Gheit wrote to the International Committee of the Red Cross (ICRC), calling on the humanitarian organization to help secure the release of Palestinian prisoners from Israeli detention centers amid rising cases of infection with the new coronavirus in the occupied territories.


Source: Press.tv
Editing: T. Bintang