Breaking News

Usai I'dul Fitri, Kang Jimmy Urai Kisah Rasulullah SAW dan Anak Yatim

KARAWANG, BINTANGNEWS.com -Wakil Bupati. Karawang, H. Ahmadzamakhsyari (Kang Jimmy), usai I'dul Fitri,  seperti ingin menggugah hati nurani kita semua,  terutama setelah sukses menunaikan Ibadah puasa sebulan penuh dibulan suci Ramadhan.

Alhamdulillah kita semua dapat melaksanakannya dengan khusu karena seperti telah kita ketahui bersama, bahwa bulan ramadhan adalah bulan yang penuh ampunan Allah SWT, meskipun di tengah Pandemi Covid-19.

Namun ada satu pesan ihwal dari Wakil Bupati muda Karawang itu,
melalui kisah nabi Muhammad SAW dan Anak Yatim.

Di suatu hari raya I'dul fitri Rasulullah SAW mau melaksanakan salat I'dul Fitri. 

Namun tiba-tiba melihat sekelompok
anak-anak kecil tengah bermain riang gembira di pinggir jalanan, akan tetapi Rasulullah melihat pula ada seorang anak kecil hanya duduk menjauh dari pergaulan mereka. Dengan pakaian sangat sederhana (dekil) murung sambil  menangis tersedu berlinang air mata.

 Kepekaan hati Sang Rasulullah SAW
melihat fenomena itu langsung menghampiri anak tersebut, seraya sambil bertanya. “Nak, mengapa kau menangis? mengapa kau tidak bermain bersama mereka?” Rasulullah seperti ingin mulai membuka percakapan dengan anak yatim itu.

Anak kecil itu tidak mengenali bahwa orang dewasa yang di hadapannya itu adalah Rasulullah, kemudian anak yatim itu menjawab dengan polosnya, kami menangis karena “Paman dan ayahku telah wafat di medan perang saat ikut pasukan Rasulullah dalam menghadapi musuh di sebuah pertempuran. Tetapi ia gugur dalam medan perang tersebut.”

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terus mengikuti cerita anak yang murung tersebut. Sambil meraba sampai ke mana ujung yang dikisahkan anak itu ceritanya. Tapi setelah mendengarkan secara seksama rangkaian peristiwa dan nasib malang yang menimpa anak itu.

Anak yatim itu menambahkan “Ibuku kini telah menikah lagi. Ia memakan harta dari warisanku peninggalan ayahku. Sedangkan ayah tiriku mengusirku dari rumahku sendiri. Kini aku tak memiliki apa pun. Tetapi hari ini, aku baru merasakannya setelah melihat teman-teman sebayaku merayakan hari raya bersama ayah mereka. Sementara perasaanku kini telah dikuasai oleh nasib kehampaan tanpa ayah. Untuk itulah aku menangis.”

Mendengar penuturan anak itu, batin Rasulullah terhentak dengan perasaan terenyuh. Ternyata, dari sahabat-sahabat yang gugur membela agama dan Rasulnya di medan perang, terdapat pula melahirkan anak-anak yatim yang malang nasibnya.

Tak lama Rasulullah SAW, langsung menggenggam lengan anak itu.

Demikian Kang Jimmy juga melanjutkan kisah percakapan  Rasulullah SAW dengan anak yatim itu.

"Wahai anakku, maukah mulai hari ini bahwa aku ini (Rasulullah) adalah sebagai Ayahmu, maukah bahwa Siti A'syah itu adalah sebagai ibumu, sodara perempuanmu adalah Fatimah, pamanmu adalah Sayidina Ali, Hasan dan Husen itu adalah sodara sepupumu," terang Kang Jimmy menirukan kisah Sang Rasulullah.

Kemudian anak itu menjawab," Ya Rasulullah, Ya Habiballah," tentu saja aku dengan senang hati Ya Rasulallah.

Kemudian anak itu diajak pulang ke rumah Rasulallah  diberi makan, diberi baju baru. Lalu si anak itu kembali bermain bersama teman-teman sebayanya dengan ceria.

Tapi dari sekelompok temannya itu lalu bertanya, mengapa kau sekarang terlihat bergembira dan bahagia sahabatku?.

"Anak yatim itu lalu menjawab," bagaimana aku tidak bahagia saat ini, karena aku kini sudah diterima sebagai anggota keluarga Rasulullah sebagai Ayahku, Siti A'syah adalah sebagai ibuku, sodara perempuanku adalah Fatimah, pamanku adalah Sayidina Ali, Hasan dan Husen itu adalah sodara sepupuku.

Lalu anak lainnya bertanya, mengapa Rasulullah bisa begitu baik padamu?, tanya teman-temannya.

Karena dulu Ayahku wafat sebagai suhada di medan perang bersama pasukan Rasulullah dalam membela  agama dan Ayahku ikut membantu melindungi  perjuangan Rasulullah," ucap si anak yatim itu bangganya.

Kemudian anak-anak lainya berkata, "Ya mengapa Ayah kami dulu tidak ikut berjuang di jalan Allah, padahal kalau saja Ayah kami wafat dalam membela agama, tentu saja sekarang kamipun akan menjadi anggota keluarga Rasulullah," sesal teman-temannya.

Dengan demikian, Kang Jimmy berkata," inilah esensi dari Ramadhan sebulan penuh, kita telah melaksakan ibadah puasa semata-mata hanya untuk mencari ridho Allah SWT.

Namun keridhoan Allah sesungguhnya tentu saja masih berada pada disekitar lingkungan kita, karena sebagian ridho Allah ada pada penderitaan anak-anak yatim," jelas Kang Jimmy.



(bin)