Breaking News

Lagi lagi Militer Israel Serang Massa Peringati Nakba Warga Palestina

BINTANGNEWS.com - Sumber Media Press.tv berbahasa Inggris melaporkan," Pasukan Israel menyerang demonstran Palestina di utara Tepi Barat yang diduduki, yang menandai 72 tahun sejak rezim mengklaim keberadaannya setelah perang yang didukung Barat yang memaksa ratusan ribu dari rumah mereka melintasi wilayah Palestina.

Serangan itu terjadi pada hari Jumat, sementara Palestina mengadakan doa Jumat untuk memperingati Hari Nakba (Bencana) di kota al-Sawiya, yang terletak di selatan kota Nablus, jaringan televisi Libanon al-Manar melaporkan.

The town is under threat as Tel Aviv plans to annex Palestinian land under a controversial plan by US President Donald Trump.

In January, Trump outlined the main points of a self-styled plan for the Palestinian-Israeli conflict, which he has touted as “the deal of the century.” The scheme proposed Israel’s annexation of the Jordan Valley and about 30 percent of the West Bank, including the settlements that the regime has set up there since occupying the territory during another war in 1967.

Large numbers of Israeli military vehicles showed up in al-Sawiya as the Palestinians were staging the peaceful protest, the Jordanian International Truth News Agency reported.

Mereka menembakkan tabung gas air mata pada massa yang sedang mimbar doa-doa itu, "menyebabkan lusinan kasus mati lemas selain memukuli luka-luka," katanya, seraya mencatat bahwa tentara Israel juga menggunakan "kendaraan untuk menyemprotkan air limbah ke arah para peserta."

Peringatan tahun ini dibayangi oleh tindakan pencegahan terhadap penyebaran virus corona baru.

Namun demikian, orang-orang mengibarkan bendera Palestina dan bendera hitam di atas rumah mereka di seluruh wilayah Palestina untuk memperingati tragedi itu, situs web New Arab yang berbasis di London melaporkan.

Palestina juga menggunakan ruang maya untuk menandai kesempatan itu dan mempromosikan hak mereka untuk kembali ke tanah air mereka dengan mengunjungi halaman Internet "Kampanye Nasional untuk Memperingati Nakba", tambahnya.

Situs web itu mengutip Wasel Abu Yousef, anggota komite payung Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang mengingatkan bahwa Resolusi PBB 194 telah menjamin hak warga Palestina untuk kembali dan kompensasi atas penderitaan mereka.

Dia juga mengecam Washington karena upayanya untuk melemahkan hak pengembalian Palestina.

The official warned, though, that the US “will not succeed because all the purported conspiracies have been shattered in the face of our struggle and resistance."

Separately, hundreds held a protest in the village of Ar’ara in the north of the occupied territories on Thursday against Israeli forces’ killing of a man, identified as Mustafa Younis, a day earlier, AFP reported.

The regime claims Younis had stabbed an Israeli guard during an altercation outside Tel Hashomer hospital in the Tel Aviv district.

Israeli forces clashed with the protesters, who were holding up posters of the 27-year-old, detaining a number of them.


Source: Presstv.com
Editing: T. Bintang